Dasar Hukum Larangan Perjudian Slot Pragmatic


Perjudian Slot Pragmatic dalam Islam adalah perbuatan yang dilarang, karena mudarat yang diakibatkan dari melakukan perbuatan itu jauh lebih besar daripada manfaatnya, sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran sebagai berikut:
Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi.
Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat
bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebihbesar dari manfaatnya”. Dan mereka
bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari
keperluan”.

Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu
berfikir. (QS. Al-Baqarah: 219).12 Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu
Hurairah, bahwa Rasulullah saw, datang ke Madinah, beliau melihat para
sahabat sedang minum khamar dan bermain judi. Kemudian mereka bertanya
pada Rasulullah tentang khamar dan judi. Lalu turun ayat ini M r ka rkata “
tidak diharamkan, hanya dosa besar bagi pelakunya”. Mereka masih minum
khamar dan bermain judi, sampai ada kejadian seorang kaum Muhajirin
mengimami orang banyak pada shalat magrib, masih dalam keadaan mabuk
sehingga salah dalam melafalkan ayat al-Quran.

Slot Pragmatic
Dasar Hukum Larangan Judi Slot Pragmatic

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum)
khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah,
adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar
kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum)
khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan
sembahyang; maka berhentilah (QS. Al-Maidah: 90-91). Allah SWT melarang
hambanya yang beriman meminum khamar dan berjudi. Telah disebutkan dalam
sebuah riwayat dari Amirul Mu’minin Ali ibnu Abu Talib r.a., bahwa ia pernah
mengatakan catur itu termasuk judi. Diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim, dari
ayahnya, dari Isa Ibnu Marhum, dari Hatim, dari Ja’far Ibnu Muhammad, dari
Ali r.a. Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami
Muhammad Ibnu Ismail Al-Ahmasi, telah menceritakan kepada Wakil dari
Sufyan, dari Lais, dari Ata, Mujahid, dan Tawus, menurut Sufyan atau dua
orang dari mereka; mereka telah mengatakan bahwa segala sesuatu yang
memakai taruhan dinamakan judi, hingga permainan anak yang memakai
kelereng.

Diriwayatkan Rasyid ibnu Sa’d serta Damrah Ibnu Habib mereka
mengatakan;
, “hingga dadu, kelereng, dan biji juz yang biasa dipakai permainan oleh
anak-anak.” Musa ibnu Uqbah meriwayatkan dari Nafi’, dari Ibnu
Umar, bahwa maisir adalah judi. Ad-Dahhak meriwayatkan dari Ibnu
Abbas yang mengatakan bahwa maisir adalah judi yang biasa dipakai
untuk taruhan di masa jahiliah hingga kedatangan Islam. Maka Allah
melarang mereka melakukan perbuatan khamar dan judi.

Dari ayat di atas secara jelas bahwa perbuatan khamar dan maisir adalah
perbuatan setan dan dilarang. Karena madharatnya lebih banyak dibandingkan manfaat dari perbuatan tersebut. Dasar larangan maisir di dalam hadis,
diantaranya yang diriwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ari, Rasulullah SAW
bersabda: Artinya: Dari Abi Mussa Al-Asyari, bahwasanya Rasulullah SAW
bersabda, barang siapa yang main judi, maka sesungguhnya ia telah
mendurhakai Allah dan Rasulnya. (HR. Ahmad, Malik, Abu Daud dan Ibnu
Majah, Al-Albani berkata Hasan).

Islam pada dasarnya membolehkan berbagai macam permainan dan
hiburan yang bermanfaat supaya mendidik bagi muslim, adapun yang di
haramkan apabila jika permainan itu terdapat unsur perjudian.

Rasulullah saw bersabda :
Artinya: Barang siapa berseru kepada kawannya, “Ayo rmain ju i”
hendaklah bersedekah (Hr. Bukhari dan Muslim).
Dampak negatif yang ditimbulkan dari judi sangat besar baik terhadap
pelakunya maupun lingkungannya, diantaranya sebagai berikut:
Menghalangi orang dari mengingat Allah dan memalingkan dari
melaksanakan shalat yang telah diwajibkan Allah.
Permusuhan dan kebencian diantara orang-orang yang berjudi. Judi dapat
merampas orang yang berharta. Sebab orang yang kalah untuk pertama kali pasti nantinya akan mencoba melakukannya kembali dengan harapan bisa
menang pada kesempatan yang lainnya.

Merusak akhlak, karena membiasakan seseorang berlaku malas dengan
mencari rizki melalui cara untung-untungan.
Tidak akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Judi dapat
menghancurkan keutuhan rumah tangga dan melenyapkan harta benda secara
akibat kekalahan di meja judi. Judi dapat merusak masyarakat, dengan
banyaknya perjudian di lingkungan masyarakat, maka yang timbul adalah
berbagai tindak kriminal. Sedangkan manfaat dari maisir atau judi hanya sebatas
kegembiraan karena mendapat keuntungan tanpa harus bekerja keras kalau
pelakunya menang judi, dan menjadi kaya tanpa harus bersusah payah.

Dalam hukum positif, perjudian merupakan salah satu tindak pidana
(delict) yang meresahkan masyarakat. Sebagaimana dalam Pasal 1 UndangUn ang Nomor 7 Tahun 1974 t ntang P n rti an P rju ian ahwa “s mua
tin ak pi ana p rju ian s agai k jahatan” Dalam KUHP p rju ian t r apat
dalam Pasal 303 tentang kejahatan melanggar kesopanan dan Pasal 542 tentang
pelanggaran mengenai kesopanan.18 Tindak pidana kesopanan dalam hal
perjudian dirumuskan dalam dua Pasal, yakni Pasal 303 dan 303 bis. Dalam
Pasal 303 ayat (3) KUHP menyebutkan, yang dikatakan main judi adalah tiap permainan yang mengandung keberuntungan, karena pemainnya yang lebih
terlatih atau mahir.

Sedangkan sanksi pidana dalam Pasal 303 adalah:
Diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun atau pidana
denda paling banyak dua puluh lima juta rupiah, barang siapa tanpa mendapat
izin: Dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan untuk
permainan judi dan menjadikannya sebagai pencarian, atau dengan sengaja turut
serta dalam suatu perusahaan. Dengan sengaja menawarkan atau memberi
kesempatan kepada khalayak umum untuk bermain judi atau dengan sengaja
turut serta dalam perusahaan, dengan tidak peduli apakah untuk menggunakan
kesempatan adanya sesuatu syarat atau dipenuhinya sesuatu tata cara,
menjadikan turut serta pada permainan judi sebagai pencarian. Dalam Pasal 303
bis yang rumusannya sebagai berikut:
Diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana
denda paling banyak sepuluh juta rupiah; Barang siapa menggunakan
kesempatan main judi, dengan melanggar ketentuan Pasal 303. Barang siapa
ikut serta main judi di jalan umum atau di pinggir jalan umum atau tempat
yang dapat di kunjungi umum, kecuali jika ada izin dari penguasa yang
berwenang yang telah memberi izin untuk mengadakan perjudian. Jika ketika
melakukan pelanggaran belum lewat dua tahun sejak ada pemidanaan yang
menjadi tetap karena salah satu dari pelanggaran ini, dapat dikenakan pidana
penjara paling lama enam tahun atau pidana denda paling banyak lima juta rupiah. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa judi dilarang
karena manfaatnya lebih sedikit dari pada dampak negatif yang ditimbulkan.

Dalam menetapkan hukuman terhadap pelanggaran harus diketahui
terlebih dahulu unsur-unsur delik dalam jarimah. Suatu perbuatan dianggap
sebagai tindak pidana apabila unsurnya telah terpenuhi. Unsur-unsur tindak
pidana ada dua macam yaitu ada unsur yang umum dan ada unsur yang khusus.
Unsur umum berlaku untuk semua jarimah, sedangkan unsur khusus hanya
berlaku untuk masing- masing jarimah dan berbeda antara jarimah yang satu
dengan jarimah yang lain.

Sekian artikel ini dibuat, semoga bermanfaat. Terimakasih.