Larangan Bermain Slot Gopay yang Dapat Meningkatkan Angka Kemiskinan di Indonesia


Judi slot gopay semakin marak terjadi dikalangan masyarakat Toraja yang mayoritas penganut agama Kristen terbesar di daerah Sulawesi Selatan.

Perjudian slot gopay semakin berkembang, dulunya hanya terjadi di kalangan orang dewasa pria. Sekarang sudah menjalar ke berbagai elemen masyarakat anak-anak dan remaja serta tidak lagi memandang baik pria maupun wanita. Hal ini menyebabkan Gereja Toraja yang merupakan gereja yang hadir dalam konteks Budaya Toraja, merasa perlu untuk kemudian mengupayakan langkah-langkah strategis agar kondisi ini dapat diantisipasi dan tidak lagi menjadi budaya yang terus dipelihara dan semakin merusak masa depan masyarakat Toraja yang juga adalah anggota Gereja sebagai Tubuh Kristus.

Semakin maraknya praktek Judi Slot Gopay di kalangan masyarakat juga disebabkan oleh belum tegasnya pemerintah menindak pelaku meskipun dalam perspektif hukum, perjudian merupakan salah satu tindak pidana (delict) yang meresahkan masyarakat. (Pasal 1 UU No.7 Tahun 1974).

Mengingat masalah perjudian sudah menjadi penyakit akut masyarakat, maka perlu upaya yang sungguh-sungguh dan sistematis, tidak hanya dari pemerintah dan aparat penegak hukum, tetapi juga harus melibatkan Gereja dan tokoh Adat, yang dalam istilah Toraja disebut “Tallu Batu Lalikan”.(Apa Yang Salah dengan Slot Gopay)

Bertitik tolak dari persoalan di atas, maka penulis merasa perlu membahas tentang sejarah Slot Gopay yang kini di klaim sebagai salah satu adat budaya orang Toraja. Slot ini sebenarnya bukanlah bagian dari adat budaya orang Toraja. Slot gopay merupakan politik bangsa bugis yang datang ke Toraja untuk membeli hasil bumi orang Toraja yang terkenal, yaitu kopi. Karena mereka ingin mengambil kopi masyarakat tanpa membayar, maka mereka mengajak orang Toraja untuk berjudi Slot Gopay.

Hal ini didukung oleh nama-nama ayam petarung yang hingga saat ini dipakai, semua berasal dari bahasa Bugis Makassar yaitu: Sella, Ceppaga, Koro, Busa’, Buri’. Sabung ayam semakin diminati karena diperkenalkan kepada tokoh-tokoh adat dan tokoh-tokoh masyarakat Toraja sehingga sabung ayam ini sangat cepat berkembang dan dijadikan sebagai bagian dari adat Toraja.Dalam aturan Aluk Todolo, sabung ayam disebut sebagai Silondongan atau Ada’ Silondongan.

Silondongan adalah suatu Acara Peradilan untuk menyelesaikan/memutuskan suatu persengketaan antara dua pihak yang bersengketa/berperkara. Jika ada 2 orang yang sedang bersengketa dan mereka ingin mencari suatu keadilan. Maka mereka boleh memilih satu diantara tujuh bentuk Peradilan Adat Aluk Todolo.

Dalam perkembangannya keadaan ini terus berlangsung hingga mencapai zaman To Pada Tindo (pahlawan yang berperang melawan infasi kerajaan Bone yang dikenal dengan istilah “Untulak Buttunna Bone” ). Pada zaman itu Ada’ Silondongan tidak hanya diadakan pada saat akan mengadili dan memutuskan suatu perkara. Akan tetapi para anggota laskar To Pada Tindo mengadakan acara permainan slot gopay ini untuk semakin mempererat tali silaturahmi di antara mereka. Karena begitu besarnya penghargaan masyarakat terhadap pengorbanan dan jasa-jasa para anggota laskar To Pada Tindo, maka oleh Penguasa-Penguasa yang ada di Toraja mereka ( para anggota laskar To Pada Tindo ) dikukuhkan menjadi seorang Ksatria ( Pa’ Barani ) dan diberi gelar bangsawan tertinggi Tana’ Bulaan.

Selanjutnya, apabila ada diantara mereka yang meninggal maka mereka diupacarakan dengan Upacara Pemakaman Rapasan Sundun atau Upacara Sapu Randanan, yaitu upacara pemakaman untuk kasta tertinggi Tana’ Bulaan. Dan untuk lebih mengenang Keberanian mereka sebagai seorang Pa’ Barani, maka diadakanlah permainan Slot Gopay. Pada saat melaksanakan Permainan Slot Gopay ini, disediakan sepotong bambu yang difungsikan untuk menampung/mengumpulkan uang sumbangan dari para pelayat. Uang ini diperuntukkan untuk membantu pembiayaan upacara pemakaman. Dari sinilah muncul istilah Sembangan Suke Baratu.

Karena sudah menjadi bagian dari aturan Aluk Todolo maka acara Sembangan Suke Baratu ini selalu diadakan bila ada Upacara Kematian (Upacara Rambu Solo’).Namun dimulai pada jaman Kolonial Belanda hingga saat ini untuk mengadakan acara Sembangan Suke Baratu harus memperoleh Ijin terlebih dulu dari pemerintah. Dari kata Ijin atau Permisi maka muncullah kata Paramisi yang dipakai menggantikan kata Sembangan Suke Baratu untuk menyebut acara slot gopay.

Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa sabung ayam bukanlah adat budaya asli dari orang Toraja tetapi diadopsi dari orang bugis makassar yang datang ke Toraja. Dalam perkembangan selanjutnya, Sabung ayam ini digunakan untuk menyelesaikan masalah, dilaksanakan untuk mempererat tali persaudaraan, sebagai bentuk penghargaan kepada pahlawan Toraja (To Pada Tindo) serta membantu pembiayaan upacara pemakaman. Dari penjelasan di atas maka tujuan slot gopay tidak sedikitpun dikaitkan dengan kegiatan “perjudiaan”.

Oleh karena itu hasil pengamatan penulis menyimpulkan bahwa telah terjadi pergeseran nilai dan makna tentang slot gopay ini ke arah negatif. Hal inilah yang menjadi legitimasi praktek perjudian yang meng-atasnama-kan adat yang harus tetap dilestarikan hingga sekarang.

Dari segi aturan dan kewenangan, gereja hadir bukan untuk memberantas dan menghentikan praktek perjudian karena itu adalah pelanggaran yang berada di bawah ranah Hukum. Gereja berperan untuk menyadarkan anggota masyarakat yang adalah anggota gereja, tentang hal-hal/dampak negatif yang terkandung didalam perjudian itu.

Slot Gopay
Larangan Bermain Slot Gopay yang Meningkatkan Angka Kemiskinan

Alkitab memang tidak secara langsung menyebut soal judi. Meskipun demikian, Alkitab menjelaskan berbagai dampak negatif yang terkandung dalam perjudian. Unsur memenangkan uang orang lain.Tidak ada orang yang berjudi mau kalah, tetapi semua orang mau menang. Kemenangannya menjadi kekalahan bagi orang lain. Salah satu dari Sepuluh Perintah berbunyi, ”Jangan mengingini . . . apa pun milik sesamamu” (Keluaran 20:17).(Unsur Cinta Uang)Orang berjudi karena ingin cepat kaya, sehingga mereka menjadi orang yang cinta uang.

Alkitab menyebut cinta uang sebagai “akar segala macam perkara yang mencelakakan”. Keinginan seperti itu bisa mengendalikan kehidupan seseorang, sehingga dia khawatir berlebihan dan kehilangan iman kepada Allah yang adalah sumber berkat. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. I Timotius 6:10: “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”(Unsur tidak pernah Puas)Semua penjudi masuk kedalam golongan orang tidak pernah puas dengan apa yang ia miliki sehingga terus merasa kekurangan. Perasaan tidak Puas inilah yang muncul dalam perjudian, karena kalah kemarin membuatnya terus mencoba untuk menang hari ini ”Orang yang mencintai perak tidak akan dipuaskan dengan perak, demikian pula orang yang mencintai kekayaan tidak akan dipuaskan dengan penghasilan.” (Pengkhotbah 5:10).(Unsur Ketamakan)Ini bertentangan dengan peringatan Alkitab untuk menghindari “setiap jenis keinginan akan milik orang lain”, atau ketamakan. (Lukas 12:15) Orang yang berjudi sebenarnya adalah orang yang tamak karena mereka ingin mendapat uang dengan mudah. Amsal 13:11 mengatakan, “Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.” dan “Milik yang diperoleh dengan cepat pada mulanya, akhirnya tidak diberkati” (amsal 20:21). Alkitab menyebut tamak dan hal mengejar kekayaan sebagai penyembahan berhala, yang berhubungan dengan roh-roh jahat. Kol 3:5-6: “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah.(Unsur Kecanduan mau lagi dan lagi)Banyak orang yang berjudi akhirnya menjadi kecanduan. Berbagai cara untuk mendapatkan uang untuk bermain judi menggiring mereka untuk berusaha mencari uang dengan cara apapun sehingga kemungkinan untuk bangkrut, banyak utang,serta kehilangan pekerjaan, pasangan hidup, dan teman sangat besar.(Unsur Menjadi Hamba Uang)Ibrani 13:5 menyerukan, “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.

Karena Allah telah berfirman: ‘Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. Matius 6:24 mengatakan, “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”(Mengapa Judi itu dilarang)Judi dilarang karena unsur-unsur negatif yang dipaparkan diatas dapat menjadi karakter yang akan mendominasi kehidupan penjudi dan itu bertentangan dengan kehendak Tuhan.Judi dilarang karena umumnya judi slot gopay dilakukan di depan umum sehingga menjadi tontonan anak-anak, remaja dan juga pemuda yang adalah generasi penerus gereja.

Hal ini menjadikan generasi kita kedepan sebagai generasi pencinta judi.Judi dilarang karena akan merusak rumah tangga.Judi merusak moral penjudi dan penonton.(Perencanaan Aksi)
Gereja berperan untuk memberikan pendampingan dan pembinaan tentang dampak negatif dari berjudi. Oleh karena itu perencanaan aksi gereja adalah,Memberikan pembinaan untuk menjelaskan bahwa sabung ayam bukanlah tradisi/adat orang Toraja, Memberikan pembinaan tentang dampak negatif dari judi,Mendampingi orang Tua yang berjudi agar tidak mengajarkan dan mempertontonkan kegiatan berjudi kepada anak-anak untuk memutus mata rantai perjudian, Memberikan pemahaman sedini mungkin kepada anak-anak tentang akibat dari perjudian, Menjadikan anak-anak sebagai sarana untuk menyadarkan orang tuanya, Menyerukan kepada pemerintah untuk menindak dengan tegas praktek perjudian yang terjadi, Mengadakan Kombongan Kalua’ bersama aparat pemerintah, Tokoh Adat, dan Tokoh gereja untuk menyepakati aturan bersama dalam rangka pemberantasan judi, Menyerukan kepada anggota Jemaat agar tidak mendukung kegiatan perjudian dengan menjual dagangan (makanan, minuman, dan sebagainya) di lokasi perjudian.